TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Bupati Sumedang Jadi Narsum HUT Otda Ke-75 Kemendagri RI

TiNewss.com – Bupati H. Dony Ahmad Munir diundang oleh Ditjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri RI sebagai salah satu pembicara pada acara Talkshow HUT Otda ke-25 Tahun 2021 di Kantor Pusat Kemendagri, Jalan Merdeka Utara No. 7 Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Dalam wawancara tersebut Bupati menerangkan bagaimana dirinya menjadi kepala daerah di masa Otda sebagai instrumen pembuat kebijakan dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

Menurutnya, Otda merupakan peluang dan ruang bagi Pemerintah Daerah untuk lebih kreatif dan inovatif untuk menyelenggarakan pemerintahan.

“Dalam era Otda, ada perubahan mendasar di kalangan ASN yang semula berada di zona nyaman menjadi zona kompetitif karena dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif,” ujar Dony ketika ditanya mengenai kepemimpinan di masa Otda.

Bupati Sumedang menuturkan, penyelenggaraan urusan wajib di daerahnya telah berjalan cukup optimal yang terlihat dari meningkatnya indikator makro pembangunan.

“Misalnya meningkatnya IPM, menurunnya angka kemiskinan dan stunting, sistem merit ASN, nilai SPBE (e-Gov), SAKIP dan Reformasi Birokrasi yang masuk terbaik nasional,” sambungnya.

Dikatakan Bupati, semua capaian tersebut tidak terlepas dari peningkatan pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakat berbasis digital.

“Memanfaatkan teknologi informasi atau digitalisasi layanan sampai di tingkat desa merupakan ikhtiar Kami untuk berinovasi dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Termasuk inovasi e-SAKIP Desa sebagai sarana pengelolaan Dana Desa yang berorientasi hasil dan berbasis kinerja,” jelasnya.

Begitu juga inovasi-inovasi yang lahir semasa pandemi COVID-19 yang menurut Bupati dihasilkan karena adanya disrupsi yang menuntut lompatan dan terobosan.

“Hikmah dari pandemi ini lahir banyak aplikasi yang membantu aparat maupun masyarakat agar tetap produktif di masa pandemi. Contohnya ada Markonah untuk aplikasi kerja di rumah. Ada Mauneh untuk pengawasan data Bansos COVID-19. Ada Sila Sidakep untuk layanan pembuatan KTP dan KK dari rumah tanpa datang ke Disduk. Dan masih banyak inovasi lainnya,” ungkapnya.

Ketika ditanya terkait penguatan ke depan dalam mengembangkan Otda, Bupati Dony menjawab dengan menyebutkan harus adanya hubungan sinergitas antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat yang dibangi di atas komunikasi dan kepercayaan.

“Kebijakan pusat harus tetap menjadi panduan dan pedoman bagi daerah dengan dipoles oleh kekhasan masing-masing daerah. Jadi jangan dipoles dengan yang berlawanan dengan apa yang sudah digariskan. Harus tegak lurus,” tuturnya

Sedangkan cara yang kedua, lanjut bupati, adalah dengan membangun sistem yang berlelanjutan tanpa bergantung kepada siapa pemimpinnya.

“Jangan sampai perubahan kepemimpinan mengubah juga sistem yang sudah ada. Jadi betul-betul dijaga sistemnya karena sudah ada Perda-nya, sudah ada Perbup-nya. Seperti sistem merit ASN dan talent pool akan menjamin karir dan penempatan ASN yang jauh dari KKN,” jelasnya.

Terkait penanganan COVID-19 di daerah berdasarkan asas Otda Bupati mengatakan, Pemda harus bisa memobilisasi dan mengorkestrasi semua potensi yang ada di daerah untuk bersama-sama menanggulangi COVID-19 serta dampaknya.

“Seluruh unsur masyarakat sebagai modal sosial dilibatkan dalam 3T dan 3M. Begitu juga potensi ekonomi daerah dimobilisasi dan diorkestrasi dalam rangka pemulihan ekonomi dimulai dari yang terdampak dari bawah seperti UMKM,” pungkas Dony.

Selain Bupati Sumedang, hadir pula narasumber lainnya yaitu Dirjen Otda Kemendagri Akmal Malik, Wakil Gubernur  Papua Barat Mohamad Lakotani dan Walikota Makasar Mohammad Ramdan Pomanto. (Adhi SH)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Tulisan ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •