Breakingnews: 7 Tambahan Baru Covid-19 Dari Cluster RSUD Sumedang

Dr Iwa Kuswaeri, Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Sumedang (Doc. TiNewss)

TiNewss.com – Secara mengejutkan, hari ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 menyampaikan tambahan warga terpapar Covid-19. Secara keseluruhan terjadi penambahan sebanyak 12 orang, 7 dari Pegawai RSUD Sumedang dan 5 warga masyarakat yang terkena SWAB Masif dan Tracing Kontak Erat.

Demikian disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Sumedang, Dr. Iwa Kuswaeri kepada Redaksi TiNewss.com, Sabtu (15 Agustus 2020) siang.

Adapun ke 7 orang pegawai RSUD tersebut menurut Iwa adalah sebagai berikut:

  • Tn RY (27) asal kota Bandung,
  • Ny MND (42) Asal Kota Kulon Sumedang Selatan,
  • Ny HDN (27) asal Desa Legok Kecamatan Paseh,
  • Ny Rn (31) asal Desa Padasuka Sumedang Utara,
  • Ny E N (41) Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara,
  • Ny NPN (31) asal Desa Maragmekar Sumedang Selatan, dan
  • Tn S (29) asal Desa Tambaksari Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang.

Sedangkan hasil SWAB Masif dan Tracing kepada Pasien yang sedang menjalankan Isolasi Mandiri, adalah sebagai berikut:

  • Tn AS (52) asal Situraja,
  • Ny SW (30) Asal Situraja,
  • Ny RA (23) asal Rancakalong,
  • Ny DM (40) Asal Kecamatan Tomo hasil dari SWAB Masif Pasar Ujungjaya,
  • Ny AR (50) asal Ujungjaya hasil SWAB Masif Pasar Ujungjaya,

Atas kejadian ini, GTPP Covid-19 Kabupaten Sumedang, memberikan himbauan kepada masyarakat Kabupaten Sumedang untuk:

  1. Tetap Waspada, karena Covid-19 semakin tidak bisa dikendalikan di Kabupaten Sumedang, hal ini dengan semakin banyaknya temuan terkofirmasi Covid-19.
  2. Pastikan jalankan protokol kesehatan secara ketat, sebagai alat perlindungan diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
  3. Jaga imunitas dengan memakan makanan bergizi, pola hidup sehat, dan
  4. Tidak keluar rumah jika memang dianggap tidak terlalu penting.

Iwa menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sumedang akan segera melakukan evaluasi dan perencanan untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) yang berlaku di Desa atau Kecamatan yang berada di Zona Merah.

Bagi yang diberlakukan PSBM, maka akan ada petugas check point, sehingga warga tidak bisa keluar masuk dari dan ke dalam wilayah tersebut.

Pemerintah juga sedang dalam proses pengkajian secara Komprehensif, untuk tetap menjalankan Kegiatan RSUD, atau untuk menutup sebagian atau seluruhnya layanan di RSUD Sumedang. Hal ini mengingat Sumber Daya Manusia di RSUD sudah semakin berkurang, serta untuk menghindari penyebaran baru.

Penting untuk diketahui oleh Masyarakat bahwa, Isolasi mandiri adalah solusi terbaik untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19. Namun, sangat disayangkan ada sebagian masyarakat melakukan tindakan secara tidak etis dengan membully pasien terkonfirmasi serta memberikan sanksi sosial dengan ‘diasingkan’.

“GTPP juga meminta agar Satgas Desa dan Kecamatan untuk secara proaktif agar memberikan perlindungan kepada pasien yang menjalankan isolasi mandiri, termasuk kebutuhan-kebutuhannya sebagaimana diperintahkan oleh Pimpinan,” katanya. (Jhon Adriansyah)

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 42
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    42
    Shares
%d blogger menyukai ini: