TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

BJ Habibie Menyusul Si Gula Jawa Dalam Keabadian Cintanya

Jakarta, Tinewss.com – “Innalillahi Wa Inna Illaihi Roojiun,” demikian disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Ke-7, Jokowi di RSPAD Jakarta, atas meninggalnya Bapak Demokrasi Indonesia, Prof BJ Habibie, Presiden RI Ke-3, pada usia ke-83 tahun. Ucapan duka yang sangat mendalam, disampaikan Presiden, kepada Ilmuwan bertaraf dunia ini. Jokowi merasa sangat kehilangan sosok yang patut menjadi contoh dan teladan sebagai seorang bangsawan. “Beliau adalah ilmuwan dan negarawan yang sangat pantas menjadi teladan bagi kita semuanya. Atas nama bangsa Indonesia, saya menyampaikan duka sangat mendalam,” kata Presiden kepada sejumlah media di RSPAD Jakarta malam ini (11/9/2019)

Berita duka merebak, di Media Sosial baik Twitter,FB, WhatApps, Media Online maupun Televisi. Kepergian Habibie, kali ini terkonfirmasi benar adanya, setelah sebelumnya beberapa hari lalu sempat juga dikabarkan namun ternyata hoax.

Habibie semasa hidupnya, telah menjadi sosok yang sangat berpengaruh dalam perubahan dan pekermbangan demokrasi di Indonesia. Menerima mandat menjadi Presiden RI Ke-3, setelah sebelumnya Pak Harto mengundurkan diri, Habibie telah membuat banyak perubahan. Dalam Bidang Demokrasi, dilakukan pemilihan Presiden yang dipercepat. Kebebasan Pers, dimana pers kemudian tumbuh subur, serta dalam bidang moneter yang telah membuat Rupiah dari harga di atas 17.000 per USD menjadi 7.000 per USD.

Habibie juga dikenal sebagai sosok ilmuwan yang sangat membanggakan, bukan hanya di Indonesia namun di Dunia. Pemegang 46 Hak Paten dalam bidang Aeroneutika ini, sempat kuliah di ITB Bandung sebelum melanjutkan kuliah dan bekerja di Jerman. Kemudian kembali ke Indonesia, dipanggil Soeharto untuk membantunya membangun bangsa ini.

Dalam kehidupan percintaan, Habibie juga menjadi sosok yang banyak didambakan baik oleh kaum adam maupun kaum hawa. Adalah Ainun, istri tercintanya, yang sudah meninggal 22 Mei 2010. Sosok yang sebelumnya dipandang sebelah mata, bahkan disebut Si Gula Jawa, karena kulit Ibu Ainun yang kecokelatan. hal ini, tertuang dalam Film Habibie dan Ainun.

Kini, Bapak Kebebasan Pers ini, telah kembali ke Sang Khalik, pukul 18:08 WIB di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, menghembuskan napas terakhir, menyusul “Si Gula Jawa” untuk menemukan Cinta Abadinya. “Jangan Tinggalkan saya, Ainun,” Itulah kata terakhir yang disampaikan Habibie sebelum Ibu Negara Ke-3, menghembuskan napas terakhir (9 tahun lalu). (Rauf Nuryama) ***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •