Berbahaya, Kronologi Korban Covid-19 yang Ke-6 di Sumedang

TiNewss.com – Mengkhawatirkan. Mungkin itu kata yang pantas. Lebih jauhnya sangat berbahaya. Seorang Warga Darmaraja, Meninggal tidak dimakamkan secara protokol covid-19, karena pihak keluarga menolak. Belakangan, Almarhum ternyata terkonfirmasi Covid-19, setelah hasil PCR diumumkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Sumedang me-release seorang warga asal Kecamatan Darmaraja menjadi Korban Covid-19 yang ke-6 pada tanggal 29 September 2020 lalu. Warga tersebut sempat masuk ke IGD RSUD Sumedang pada tanggal 22 September 2020.

Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas, Dr. Iwa Kuswaeri, kepada TiNewss.com.

“Tn A (24) masuk sekitar pukul 04:30 WIB pada Hari Selasa (22/9/2020), dengan gejala yang cukup mengkhawatirkan. Namun ketika akan dilakukan perawatan di Ruang Isolasi, sekitar pukul 09:30 WIB Pasien meninggal dunia. Dan Tim RSUD sempat melakukan pengambilan sampel untuk PCR,” jelas Iwa.

Lebih lanjut, kata Iwa, setelah pasien tersebut meninggal. Pihak keluarga menolak Almarhum untuk di makamkan secara protokol Covid-19.

“Pihak RSUD melaporkan,  meminta pihak keluarga membuat surat pernyataan di atas meterai untuk membebaskan RSUD dari tuntutan karena mereka menolak pemulasaraan jenazah secara protokol Covid-19,” tambahnya.

“Memang, pada tanggal tersebut belum ada hasil PCR. Sehingga kemungkinannya fifty-fifty. Bisa positif dan juga bisa negatif. Dan kami baru mendapatkan hasil PCR pada tanggal 29 September 2020,” jelas Iwa.

Ini sangat berbeda dengan beberapa kejadian lainnya, Pihak Gugus Tugas semaksimal mungkin selalu melakukan pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid, jika terjadi gejala demikian. Hal ini semata-mata karena untuk menjaga kemungkinan buruk yang tidak terjadi. Namun demikian,, sering mendapatkan perlawanan dari pihak keluarga.

Atas kejadian ini, pihak Dinas Kesehatan kabupaten Sumedang telah melakukan tracing

ke pihak keluarga almarhum, yang melakukan kontak erat, dan kemudian dilakukan SWAB Test pada Kamis (1/10/2020).

“Kami sudah melakukan test PCR atau SWAB kemarin (red: 1/10/2020), dan kepada 13 orang kontak erat, mudah-mudahan hasilnya dapat sesegera mungkin. Saat ini mereka sudah di instruksikan untuk melakukan isolasi mandiri,” pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun TiNewss.com, Almarhum sempat melakukan perjalan ke Lokasi Zona Merah, Depok dan Jakarta. (Adhi SH) ***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 50
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    50
    Shares