TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Balik Nyaba, Warga Sumedang Langsung Di Data

TiNewss.com – Mudik lebaran 2021, resmi dilarang Pemerintah baik di pusat maupun di daerah. Hal ini terkait dengan pandemi, sehingga mudik lebaran 2021 menjadi resiko potensial bertambahnya COVID-19 di Indonesia. Namun demikian, Larangan Mudik Lebaran 2021 ini baru berlaku pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021, dimana terjadi pengetatan perjalan. Sedangkan sebelum waku yang ditetapkan, warga masih diperbolehkan dengan pembatasan.

Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi satgas COVID-19 baik tingkat desa maupun satgas COVID-19 tingkat Kabupaten.

Untuk menghindari penyebaran COVID-19, serta memutus mata rantai penyebaran COVID-19, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah melakukan antisipasi dengan melakukan pendataan kepada mereka yang pulang mudik atau Balik Nyaba.

Selain melakukan pendataan, para penduduk yang balik nyaba tersebut diwajibkan untuk isolasi mandiri, tidak melakukan kontak erat dengan warga sekitar, yang di khawatirkan menjadi media penyebaran COVID-19.

Dikonfirmasi terkait kegiatan pendataan warga yang balik nyaba, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir membenarkannya.

“Ya, benar. Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan mengantisipasi terjadinya lonjakan pertumbuhan COVID-19, Satgas Desa melakukan pendataan kepada mereka yang mudik (balik nyaba), ” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyebutkan data dari Satgas desa, di rekap di Kecamatan hingga Kabupaten. Data ini untuk memudahkan Pemerintah dalam mengambil kebijakan nanti.

Menurut Bupati, jumlah warga Sumedang yang balik nyaba, sudah mencapai 223 orang hingga Senin (3/5/2021).

“Berdasarkan data yang disampaikan Kepolisian, yang sangat intens melakukan pendataan melalui bhabinkamtibas juga bersama dengan satgas Covid-19, hingga kemarin (Red: Senin), sudah mencapai 223 orang. Data dari seluruh Kecamatan,” pungkas Bupati. (Red)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Tulisan ini!
  • 78
  • 14
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    92
    Shares