Anggota Dewan Sumedang Pertanyakan Soal UAS SD Yang Menyinggung Agama Islam

TiNewss.comAnggota DPRD Sumedang H. Rahmat Juliadi, Komisi III Bidang Pendidikan dan Keagamaan turut prihatin atas adanya soal Ujian Akhir Semester (UAS) Kelas 5 SD. Dalam soal tersebut, salah satu pertanyaannya yang tidak lengkap sehingga membingungkan.

Disebutkan salah satu pertanyaan itu mencantumkan ayat Al Qur’an surat Al – Maun ayat 4 yang harusnya dilengkapi sampai ayat ke-5, namun ini hanya ayat 4 saja. Ayat 4 ini ditanyakan tentang artinya.

  1. فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ – ٤

fa wailul lil muṣalliin
Artinya: Maka celakalah orang yang salat,

  1. الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ – ٥

alladziina hum ‘an ṣalaatihim saahụn
Artinya: (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,

Sehingga ayat ke-empat tersebut bila tidak disambungkan dengan ayat kelima bisa keliru menjadi “celakalah orang yang sholat” harusnya ayat itu jangan di potong, kecuali pakai sambungannya di ayat ke lima

“Menurut Rahmat, soal UAS tersebut tidak lengkap,” ujarnya kepada Jurnalis TiNewss.com, Selasa (8/6/2021).

“Ada satu hal yang cukup mengelitik dari soal ujian agama Islam kelas 5 di salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Cimanggung , karena soal tersebut membuat para orang tua mengernyitkan dahi, dan kekesalannya semakin memuncak karena soal tersebut membingungkan siswa dan berakibat fatal terhadap pemahaman siswa,” katanya.

Menurut beliau dari nomor 36 ini adalah pertanyaan yang sangat ceroboh dan fatal dan bisa mengakibatkan salah arti.

“Kenapa mengutip ayat Al-Qur’an sepotong atau penggalan ayatnya tidak pas?
Dan kenapa harus memilih ayat tersebut dengan memenggal ayatnya sampai di sana?” tambahnya.

Sehingga Rahmat mempertanyakan soal yang tidak seharusnya ada dalam soal UAS kelas 5 SD karena anak SD belum cukup untuk membahas pertanyaannya tersebut.

Takutnya dari pertanyaan tersebut bisa salah pengartian, bahwa celakalah orang yang salat. Padahal ayat tersebut harus disambungkan dengan ayat berikutnya.

“Adakah ini unsur kesengajaan? Atau keteledoran si pembuat soal?
Meskipun sepertinya ini hal sepele atau sederhana, tapi menurut sebagian orang tua ini adalah hal yg sangat serius dan fatal, bahkan bisa berkembang kepada tuduhan-tuduhan yang macam-macam,” tanyanya.

Oleh karenanya, beliau meminta hal ini di klarifikasi dan di telusuri siapa pembuat soal dan motifnya, dan Dinas Pendidikan harus segera menegur, membina dan kalau perlu memberikan sanksi kalau hal tersebut ada unsur kesengajaan.(Adhi SH)***

Related Articles

Stay Connected

1,496FansLike
600FollowersFollow
4FollowersFollow
17,300FollowersFollow
80FollowersFollow
1,594SubscribersSubscribe

-advertiseMENT-

Ucapan Selamat & Suksesspot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
Ucapan Selamat & Suksesspot_img
spot_img

Latest Articles