TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menjadi narasumber dalam program acara televisi "Pendopo" Live Talk Show Interaktif yang di Tayangkan SMTV, Senin (25/10/2020). (Foto: Istimewa)

Akibat Covid, 52 Ribu KK Di Sumedang Jadi Miskin Baru

TiNewss.com – Dampak Pandemi COVID-19 di Kabupaten Sumedang sangat terasa, dan menghantam berbagai sektor. Selain Sektor Kesehatan, Sosial dan Budaya, juga Sektor Perekonomian. Ada 52 ribu data Miskin Baru (Misbar) di Sumedang akibat Pandemi COVID-19.

Demikian disampaikan Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, saat menjadi narasumber dalam program acara televisi Pendopo Live Talk Show Interaktif yang di Tayangkan SMTV, Senin (25/10/2020).

Acara yang di pandu oleh Vivit Nurvina, mengambil tema “Pemulihan Ekonomi Sumedang di Masa Pandemi“.

“Data kemiskinan di Sumedang berjumlah 132.000 KK, setelah ada COVID-19 bertambah menjadi 180.000 KK. Ini miskin baru akibat hilangnya mata pencaharian warga,” kata Bupati.

Dalam mengatasi persoalan tersebut, kata Bupati, Pemkab Sumedang bersama Pemerintah pusat, provinsi, sampai desa ditambah kolaborasi pentahelix ikut berperan menangani COVID -19 di Kabupaten Sumedang

Pemkab Sumedang telah melakukan kajian dan analisis dalam mengatasi dampak ekonomi akibat COVID-19 yang semuanya terbagi dalam empat tahapan yaitu rescue (penyelamatan), recovery (pemulihan), stabilization (penyetabilian) dan terakhir development (pengembangan).

Rescue ini ada jaringan pengaman sosial kemudian bantuan tunai dan subsidi lainnya. Pada fase recovery dipusat ada banpres untuk produktif, kemudian ada beberapa skema untuk membantu para tenaga kerja termasuk untuk sektor pariwisata” ungkapnya.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, lanjut Bupati, Pemkab Sumedang mempunyai program untuk pemulihan ekonomi yang berasal dari APBD melalui dana insentif daerah yang dialokasikan untuk UMKM.

“Kalau pusat bentuknya uang, kami bentuknya barang. Selain UMKM, kami bantu koperasi, petani, peternak sehingga ada nafas lagi untuk berusaha. Kemudian kami bantu juga pesantren, melalui one pesantren one product,”ungkapnya.

Disamping itu, untuk menggerakan kegiatan ekonomi pasar agar kembali hidup, dianggaran perubahan pemkab juga telah mengalokasikan pembangunan sarana-sarana protokol kesehatan di pasar-pasar.

“Supaya pasar kembali hidup, kami pun akan membantu menggerakan ekonomi pasar. Di perubahan kami mengalokasikan pembangunan prokes ditiap pasar seperti tempat cuci tangan yang refresentatif,” ujarnya.

Terakhir ditambahkan Bupati, selain program langsung, pemkab juga mengarahkan dana desa melalui peneralan SAKIP Desa untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi stunting dan meningkatkan pelayanan.

Pendopo, Acara Baru Dari SMTV

Untuk diketahui, acara ini merupakan program baru SMTV yang diberi Judul “PENDOPO” ditayangkan setiap bulan dikemas secara live interaktif membahas mengenai program Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.

Direktur SMTV, Asep Anang Supriatna, menyampaikan kepada TiNewss.com, bahwa acara ini dikemas dalam rangka mempertemuan Warga dengan Pemerintah, sehingga terjalin Komunikasi yang baik. Warga bisa menyampaikan keluh kesah nya, dan Pemerintah bisa langsung menjawab dan solusinya.

Kata Pendopo sendiri, menurut Asep, diambil sebagai makna Pimpinan. Sehingga melalui acara ini, kami berharap Pimpinan dapat menjadi tumpuan harapan rakyat.

“In Syaa Allah, kerjasama ini akan berlanjut. Namun saat ini akan berjalan sebulan sekali dulu. Bulan Nopember, Narasumbernya Pak Wabup, sedangkan Desember Pak Sekda,” pungkas Asep. (Rauf Nuryama)***

Berikut Siaran Tunda melalui Youtube :

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •