TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Ada Tuduhan Bisnis COVID, Ini Jawaban RSUD Sumedang

TiNewss.com – Sebuah tuduhan adanya bisnis di Rumah Sakit dari Netizen pada salah satu Media Sosial Facebook, yang menyebutkan setiap pasien yang meninggal di Rumah Sakit ditawarkan di-COVID-kan dan akan dibayar Rp 20 Juta. Di jawab oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang.

Kepada Redaksi TiNewss.com, Direktur RSUD Sumedang, Dr. dr. H. Aceng Solahudin Ahmad, menjelaskan bahwa di RSUD Sumedang tidak pernah menawarkan apalagi memberikan pilihan mau di-COVID-kan. Bahkan, Aceng mempertanyakan sumber uang 20 juta dari mana sumbernya?

“Untuk Rumah Sakit Sumedang tidak pernah menawarkan apalagi memberi pilihan mau di COVID-kan atau tidak, dan mana mungkin kita menawarkan akan diberikan dana 20 juta sedangkan untuk perawatan pasien COVID-19 saja gratis,” katanya.

Baca juga https://www.tinewss.com/bisnis-rumah-sakit-bade-di-covid-keun/

Aceng mempertanyakan Rumah Sakit mana yang menawarkan hal tersebut.

“Rumah Sakit mana dan bagaimana bisa meng-covid-kan pasien sedangkan penegakan diagnosis COVID-19 itu berdasarkan hasil dari SWAB Test. Sehingga Kami dan seluruh tenaga medis disini mengambil langkah sesuai SOP penanganan COVID-19,” tegas Aceng.

Lebih jauh Aceng berharap pasien itu jangan terdiagnosa COVID-19 supaya beban biaya rumah sakit tidak besar, karena jelas biaya isolasi perawatan COVID-19 jauh lebih tinggi daripada perawatan lainnya, karena harus memakai APD lengkap. APD yang sekali pakai dan berganti ganti terus. Penggunaan ventilator dan lainnya.

“Jadi jika masih saja ada masyarakat yang mengganggap bahwa rumah sakit diuntungkan oleh COVID-19, ini salah kaprah malah Kami harus menanggung biaya yang besar,” katanya sembari menyebut bahwa RSUD Sumedang hampir merugi dengan besarnya biaya yang harus ditanggung karena COVID-19.

Aceng pun meminta, jika ada pasien dan keluarga pasien yang merasa atau menyaksikan langsung rumah sakit meng-covid-kan pasien, untuk lapor ke pihak berwenang.

“Jika ada yang merasa atau menyaksikan langsung rumah sakit dimanapun yang istilahnya Meng-covid-kan pasien lebih baik laporkan saja agar tidak menjadi asumsi publik yang meresahkan,” pungkas Aceng. (Red)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares