TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

400 Lebih Pasangan Ajukan Cerai Di Sumedang, Gara-gara Corona (?)

TiNewss.com – Tercatat lebih dari 400 orang pasangan di Sumedang mengajukan perceraian sejak 4 Juni hingga 16 Juni 2020.

Demikian disampaikan Kabag Humas Pengadilan Agama Sumedang, Nuryadi Siswanto kepada Media di Sumedang.

Setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar, Pengadilan Agama (PA) Sumedang kembali membuka layanan tatap muka. Sebelumnya, PA melayani masyarakat dengan online, namun sedikit pengguna.

“Sejak di buka 4 Juni, hingga kemarin (16/6/2020) Kami membuka kembali perkara perceraian. Jumlahnya ada 411 perkara. Ini lumayan tinggi,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari sumedangekspres.com.

Menurutnya, tingginya permohonan cerai, disinyalir karena dampak penghentian pelayanan perkara cerai selama masa PSBB.

“Ya, Kami selama 2 Bulan pelaksanaan PSBB, menunda semua persidangan sebagaimana instrukfi dari Mahkamah Agung. Saat ini (AKB), persidangan di buka kembali. walaupun jumlah persidangan yang sebelumnya bisa mencapai 40 perkara, kini hanya 50 persen-nya saja,” terangnya.

Naiknya jumlah angka perceraian, tidak hanya terjadi di Sumedang. beberapa Kabupaten lain juga menunjukan angka yang relatif sama., seperti di Purwakarta yang mencapai 81 perkara pada Bulan Mei 2020. Sedangkan Bulan Juni yang baru berjalan sudah ada 136 perkara perceraian. (tribunews.dom)

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan alasan para pemohon mengajukan perceraian. Apakah karena faktor Corona, yang mengakibatkan pasangan berada di rumah selama 24 sehari? belum ada jawaban pasti.

Tips untuk menjaga keharmonisan perkawinan di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Divisi Ilmu Keluarga, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia IPB University Dr Herien Puspitawati turut menyoroti hal ini.

Ia mengatakan, keharmonisan pasangan suami istri tidak akan datang begitu saja, terlebih di tengah bencana Covid-19. Sehingga harus diwujudkan melalui perjuangan, pengorbanan, upaya dan doa, selama masa karantina.

Dikutip dari kompas.com, Herlen memberikan tips dalam menjaga keharmonisa Rumah tangga, agar terhindar dari perceraian akibat adanya pandemi Covid-19.

1. Komitmen terima kekurangan

Saran pertama yang diberikan ialah pasangan harus memantapkan komitmen pernikahan. Di masa bencana seperti ini, komitmen perkawinan sedang diuji kekuatannya. Oleh karena itu, suami istri harus benar-benar menjaga dan melaksanakan komitmen yang diucapkan di depan Tuhan.

“Sehati-Sepikiran, We are One. Suami dan istri harus kompak dalam menghadapi berbagai macam cobaan dan bencana. Sehati dalam menjalani hidup sehari-hari dan sepikiran dalam bertindak. Menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing,” kata Herien dalam laman resmi IPB, Rabu (8/4/2020).

2. Jadi mitra bisnis yang seimbang

Tips selanjutnya adalah kemitraan yang seimbang. Perkawinan bisa diibaratkan semacam bisnis, sehingga suami istri adalah mitra dalam bisnis yang mempunyai hak dan kewajiban seimbang.

Saat work from home misalnya, Herien menyarankan suami dan istri saling membagi waktu dan aktivitas dengan cara mendukung atau membantu pekerjaan rumah tangga, termasuk dalam mendampingi anak-anak yang juga study from home.

3. Terbuka

Selain itu, perlu adanya keterbukaan dalam berkomunikasi. Keterbukaan dalam berkomunikasi merupakan cara yang cepat untuk mewujudkan tujuan bersama keluarga.

Keterbukaan baiknya dilakukan dalam beragam aspek, mulai dari keterbukaan tentang kecemasan, rasa lelah, hingga urusan keuangan keluarga.

“Kita ambil istilah ‘Tiada dusta di antara kita’, dilakukan melalui komunikasi yang terbuka untuk menjaga keutuhan perkawinan,” kata Herien

4. Puji pasangan

Tips terakhir yang dianggap penting oleh Herien adalah sering-seringlah memuji dan menenangkan pasangan.

Saat work from home, suami istri tinggal terus menerus sepanjang hari selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Hal ini memungkinkan perilaku positif maupun negatif muncul.
“Perbanyak saling memuji dan menenangkan pasangan. Perbanyak ucapan sayang dan segera minta maaf apabila pasangan kurang berkenan,” sarannya.

Kesabaran sangat dibutuhkan dalam melanggengkan keharmonisan perkawinan di saat bencana Covid-19. Jangan sampai bencana COVID-19 berlalu, bencana perkawinan menunggu.

(Admin)

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 16
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    16
    Shares