TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

300 Warga KPM Desa Kebonjati Terima BST Kemensos RI

TiNewss.comBantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos yang bertempat di Kantor Pos Sumedang sudah mulai dicairkan sejak krmarin. Bantuan Kemensos tahap kedua pada tahun 2021 Kabupaten Sumedang salah satunya Desa Kebonjati sebanyak 300 warga mendapatkan bantuan dari Kemensos RI (17/02/2021).

Bantuan yang digulirkan Kemensos RI yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST) yang besarannya setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar 300.000 (tiga ratus ribu rupiah) yang terbagi dalam 1 tahun menjadi 4 tahap di tahun 2021 yang dimulai bulan Januari hingga April.

Kepala Desa Kebonjati, Dedi Daryono menyampaikan kepada jurnalis TiNewss.com terkait warganya menerima BST Kemensos RI.

“Bantuan Kemensos RI sebanyak 300 warga KPM dari jumlah penduduk kurang lebih 4.500 jiwa, sebelumnya 326 KPM sekarang dikurangi menjadi 300 KPM,” ucapnya.

Dedi juga menyampaikan bahwa ada warga yang memperoleh BLT yang bersumber dari desa.

“Jadi yang dari desa, BLT yang disalurkan sebanyak 24 Warga,” katanya.

Menurut Kepala Desa, jumlah penerima BLT dari desa berkurang, yang semula Desa Kebonjati 30 orang dan diputuskan sebanyak 24 orang dapat BLT dari desa melihat rencana Pembangunan Desa dan Anggaran yang diterima tidak akan cukup di alokasikan.

“Hasil musdesus (Musyawarah Desa Khusus), kita kumpulkan semua RT, yang bener-bener tidak mampu berapa orang, dan tidak terkaper dari Pos-pos lain ternyata sudah tidak ada, dan sudah terisi oleh bantuan dari Kemensos RI,” ujarnya.

Dedi menyampaikan kembali bagi masyarakat atau warga yang mau menyampaikan permasalahan mengenai BST Kemensos RI manakala tercantum di data Kemensos dan tidak bisa mengambil karena persyaratannya kurang untuk datang ke desa.

“Kalau dari Kemensos dicoret berarti tidak ada, kalau di Kemensos ada di pos tidak turun berarti pos salah, dari pos turun ke desa tapi ternyata tidak turun ke warga berarti desa yang salah, dari desa yang turun tapi di RT tidak berarti ada di RT. Silakan klarifikasi atau datang ke Desa,” jelasnya.

Dedi juga menyampaikan dalam pengambilan BST kemensos RI harus sesuai dengan KTP atau KK dan tidak boleh diwakilkan sesuai dengan prosedur, sedangkan KPM yang berusia Jompo atau tidak bisa jalan, desa akan memberikan surat pernyataan yang bermaterai untuk di tunjukan di Pos dalam hal mewakili dari KPM.

“Desa menyakinkan dengan surat Pernyataan yang bermaterai, kewenangan ada di Pos,” pungkasnya.

Beberapa penerima BST Kemensos RI ketika jurnalis TiNewss.com menanyakan dan dengan hasil di beberapa tinjauan lokasi penerima BST banyak menyampaikan merasa sangat terbantu dengan pemberian sebesar 300.000 untuk mengurangi beban pengeluaran kebutuhan mengingat pandemi COVID-19 pendapatan keluarga masih berkurang (Andi A)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •