TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

3 Cara Luhut, Tentukan PPKM Darurat Diperpanjang atau Tidak

TiNewss.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang tidaknya tergantung pada 3 hal. Hal ini yang disampaikan Luhut Binsar Panjaitan, Penanggungjawab PPKM Darurat Jawa Bali.

3 hal ini sebagai dasar untuk monitoring mobilitas masyarakat. Pemantau kegiatan masyarakat dilakukan melalui Google Traffic, Facebook Mobility, dan Indeks Cahaya Malam NASA.

“Pemerintah sudah memantau implementasi PPKM Darurat melalui indikator mobilitas dan kegiatan aktivitas masyarakat menggunakan Google Traffic, Facebook Mobility dan Indeks Cahaya Malam NASA,” kata Menko Manves Luhut Binsar Panjaitan, di Jakarta, (13/7/21).

Pernyataan Luhut menanggapi informasi yang beredar belakangan ini terkait PPKM Darurat yang akan diperpanjang. Menurut Luhut, diperpanjang tidaknya tergantung data.

“Minggu ini saya akan lapor Presiden, apakah diperpanjang tidaknya tergantung data,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, pegerakan masyarakat di Jawa Bali trendnya menurun, tetapi di sebagian wilayah di Pantura Jabar dan Jateng justru meningkat. Begitu juga aktivitas masyarakat malam hari di DKI Jakarta menunjukkan penurunan. Sementara di Jabar mengalami peningkatan karena ada aktivitas industri malam hari.

Menurut Luhut, penurunan indeks komposit untuk mobilitas dan aktivitas menunjukkan perbaikan yang besar. Tren penurunan perlu dilanjutkan melalui implementasi pengetatan PPKM Darurat yang lebih konsisten dan targeted yang lebih konsisten dan targeted (menyasar pada titik-titik yang terpantau masih tinggi mobilitas dan aktivitasnya).

“Saya minta dilakukan inpeksi terhadap industri essensial yang menerapkan shift malam, terutama di Provinsi Jawa Barat, supaya tetap mengikuti aturan 50% kapasitas,” ujar Menko Manves dalam rapat dengan seluruh stakeholder penanganan COVID-19, kemarin (13/7/21).

Lebih lanjut Menko Manvest mengatakan bahwa PPKM Darurat mendapat respon positif daru sisi ekonomi. Momentum ini harus dijaga dengan memastikan implementasi PPKM Darurat berjalan efektif. Ketika PPKM Darurat ini efektif menurunkan mobilitas, maka kasus akan melandai dan kita bisa merelaksasi ekonomi secara bertahap sehingga masyarakat kecil bisa kembali beraktivitas dengan penerapan prokes yang tetap ketat.

“Saya minta Gubernur, Walikota/Bupati, Kapolri, dan TNI untuk memantau terus harga bahan pangan. Pasokan dan distribusi bahan pangan jangan sampai terganggu selama penerapan PPKM Darurat,” kata Luhut. (RN)***